Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2015

Perkembangan Ekonomi di Tahun 2015


Awal tahun 2015 menjadi momentum tepat untuk memprediksi kondisi perekonomian Indonesia kedepan. Sebagai salah satu negara yang baru saja mengalami perombakan politik, serangkaian kebijakan baru tentunya akan mempengaruhi proyeksi ekonominya. Meskipun laju perekonomian di tahun lalu mengalami perlambatan, namun sejumlah ahli dan ekonom justru memprediksi bahwa di tahun 2015 perekonomian Indonesia akan mengalami peningkatan. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Bahkan ditengah kondisi ekonomi internasional yang terbilang pesimis dalam beberapa tahun terakhir? Berikut ini sejumlah data yang dikumpulkan dari data-data Bank Indonesia dan sejumlah kalangan mengenai perkembangan ekonomi di tahun 2015.

Pada pertengahan Januari lalu, Bank Indonesia menetapkan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,75%, dengan suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposit Facility masing-masing tetap pada level 8,00% dan 5,75%. Kemudikan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan ekonomi Indonesia di 2014 dan prospek ekonomi 2015 dan 2016 yang menunjukkan bahwa kebijakan tersebut masih konsisten dengan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4±1% pada 2015 dan 2016, dan mendukung pengendalian defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat.

Mengacu pada evaluasi terhadap perekonomian di tahun lalu, di tahun ini Bank Indonesia memperkirakan  perekonomian Indonesia semakin baik, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan stabilitas makroekonomi yang tetap terjaga, ditopang oleh perbaikan ekonomi global dan semakin kuatnya reformasi struktural dalam memperkuat fundamental ekonomi nasional.
15986759651_a2dbcd97d7_z

Rabu, 04 Desember 2013

Indonesia di dalam Krisis Ekonomi Global


Sementara indikator ekonomi tampak menunjukkan bahwa Indonesia sedang dalam jalur pemulihan setelah terpukul oleh krisis finansial global 2008/2009, pemulihan ini dibangun di atas pondasi yang lemah. Negara-negara kapitalis besar sedang mengalami pemulihan tanpa penciptaan lapangan kerja, dan beberapa negara telah masuk ke krisis yang baru. Baru-baru ini Yunani jauh ke sebuah krisis yang menggoncang ekonomi dunia kendati harapan para ekonom borjuis bahwa krisis di Yunani, sebuah negeri yang kecil. tidak akan mempengaruhi ekonomi global. Pada awal krisis Yunani, pemerintah Indonesia sangat yakin bahwa ekonominya tidak akan terpengaruh. Namun, dari tanggal 30 April hingga 24 Mei, Indeks Harga Saham Gabungan jatuh dari 2971 hingga 2514, merosot lebih dari 15% dalam 3 minggu.